musholah di mall, ruang yang terlupakan

Letak musholah di pusat perbelanjaan atau mall menjadi ruangan pelengkap dan sering terlupakan dari awal perencanaan. Penempatan dibuat seadanya, dibeberapa tempat berdampingan dengan ruang untuk parkir vertikal kendaraan.

Suasana yang tidak nyaman, sumpek, dan pengap karena udara tidak bersih dari asap knalpot kendaraan dan tidak masuknya sinar matahari ke dalam musholah, serta pengelolaan ala kadarnya semakin tidak membuat betah berlama-lama pengunjung beribadah didalamnya.

Nilai komersil setiap meter persegi lantai di area pusat perbelanjaan rupanya berimbas juga kepada perencanaan penempatan musholah. Musholah direncanakan sebagai bagian dari area ruang servis (service area), padahal musholah merupakan milik umum (public area). Bisa dibayangkan dengan jumlah pengunjung yang melimpah di waktu-waktu tertentu, terpaksa harus antri dan akan mengganggu kekhusyukan beribadah. Seharusnya ada usaha dari awal perencanaan, untuk menempatkan posisi musholah, meskipun  di area non komersil (servis area), tetapi memiliki aksesbilitas yang dekat, mudah dijangkau dan dilengkapi petunjuk-petunjuk arah yang jelas dari aktivitas pusat perbelanjaan, dan tidak di area yang sangat berdekatan dengan parkir mobil. Musholah harus mendapatkan cahaya matahari agar terjadi sirkulasi udara segar sehingga musholah tidak menjadi pengap dan sumpek. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memisahkan unit massa servis dibangunan yang lain, tidak harus besar tetapi cukup memadai dan bersih. (Wahyullah)