mencari singa balikpapan

“Kota masa depan adalah kota yang memuliakan pejalan kaki dan memiliki banyak jalur pedestrian, banyak perabot kota, patung & sculpture, jam kota, bangku tepi jalan, lampu pedestrian, penunjuk arah, pohon rindang. Semua ikon kota tersebut musti  didesain secara bersama oleh seniman/artis, arsitek, ahli tata kota, disayembarakan, tidak asal-asalan, agar menghasilkan wajah kota yang menarik, asri, dan indah”.

Anda pernah ke Singapura ?, Salah satu yang wajib anda lakukan adalah momen berfoto didepan patung merlion/patung singa yang mulutnya menyemburkan air sepanjang waktu. Tidak lengkap kunjungan ke Singapura tanpa berfoto di depan ikon singapura ini. Patung Singa ini lazim disebut merlion. Merlion adalah patung/sculpture ikon singapura bagi dunia, hasil rancangan Mr. Frazer Brunner dari Singapore Tourist Promotion Board (STPB) di tahun 1964. Rancangan ini dibangun oleh seniman Singapura, almarhum Mr. Lim Nang Seng. Berukuran tinggi 8,6 meter dan berbobot 70 ton, patung Merlion ini dibangun dari campuran semen. Patung Merlion kedua yang lebih kecil, berukuran tinggi dua meter dan berbobot tiga ton, juga dibangun oleh Mr. Lim. Bagian badannya terbuat dari campuran semen, kulitnya dari pelat porselen dan matanya dari cangkir teh kecil berwarna merah. Awalnya Merlion dan anaknya, Cub terletak di Singapura River, diseberang Elizabeth walk. Diresmikan Perdana menteri Singapura tanggal 15 september 1972, dan menarik pengunjung dari seluruh dunia satu juta setahun !

Di pintu masuk dan pintu keluar area Bandara Sepinggan Balikpapan terdapat 2 totem. Totem terbuat dari kayu ulin. Kayu ulin adalah kayu kelas 1 khas kalimantan. Kayu ulin lebih kuat dari besi konstruksi bangunan. Totem berdiameter 40-50 sentimeter, tingginya bisa bervariasi, bahkan ada yang mencapai tujuh meter, ragam hias/ukir tradisionalnya sangat khas, tidak ada dibelahan dunia lain. Totem jenis ini hanya ada di Kalimantan. Totem dibangun seirama dengan gaya tradisional arsitektur bandara sepinggan, dan bertahan seumur dengan bandara hingga hari ini. Totem adalah mahakarya ragam seni yang berasal dari apresiasi manusia terhadap lingkungan, budaya, adan arsitektur lokal setempat. Sayang, totem yang merupakan sculpture dan perlambang entitas & lokalitas didepan bandara tidak menjadi bisa menjadi ikon kota. Letaknya yang seperti tidak mudah dijangkau pengunjung bandara, tidak didukung dengan ruang terbuka yang menyenangkan dan  membetahkan. Scuplture eksotis ini lebih banyak terabaikan, dan belakangan menjadi pangkalan ilegal tukang ojek bandara. Padahal kalau ditambah dengan bangku taman, papan penunjuk, gazebo, ragam hias,  taman terbuka, pedestrian, & lansekap yang menarik, diarea sekitarnya, totem bisa menjadi ikon yang sangat khas Balikpapan. Saya memilki keyakinan bahkan bisa melebihi daya tarik patung singa merlion singapura. Sebaiknya bandara baru sepinggan yang bernafas modern nanti bisa mengadopsi potensi lokal ini, agar modernitas bandara sepinggan bisa lebih membumi.

Balikpapan Dome, adalah kawasan yang tidak pernah sepi dari kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Pameran, konser musik, pagelaran budaya, dan pertandingan olahraga. Di sudut luar tapak dome, ada sebuah patung. Patung anak kecil berbaju pramuka. Kedua tangannya melambaikan bendera, mungkin maksudnya bendera semapor. Wajah, seni dan ekspresi, warna, proporsi sculpture manusia anak-anak ini sangat tidak berskala. Patung ini dibangun egois dan seadanya, karena nyaris tidak memilki hubungan apapun dengan fungsi gedung dan kawasan didalamnya. Tentu tidak akan menarik berfoto didepannya karena rendahnya kualitas perabot kota seperti ini.

Balikpapan memiliki banyak potensi lokal yang bisa digali menjadi ikon dan identitas kota. Tetapi harus didesain dengan serius dan sinkron dengan lingkungan sekitarnya. Meletakkan begitu saja mobil bolduzer, peralatan pengolahan minyak bekas yang dicat setiap tahun agar terlihat tetap baru, mobil bekas tabrakan dimedian jalan, dan produk artifisial tanpa arti lainnya sudah harus ditinggalkan karena merupakan produk seni yang gagal dari masa lalu. Patung/sculture ikon sebuah kota lokasinya seharusnya mudah dijangkau dan dinikmati secara gratis oleh masyarakat, dan wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Desain patung/sculpture, tugu kota, dan unsur kota lainnya diusahakan harus menarik, menyatu dengan bangunan dan kawasan sekitarnya, dan tidak mudah dilupakan begitu saja.  Karena itu ikon kota berupa sculpture/patung musti disayembarakan secara terbuka dan transparan, untuk mendapatkan hasil yang bisa dipertanggungjawabkan. Setiap patung/sculpture wajib memilki makna dan jiwa, serta bisa dijelaskan ke publik.

Ikon kota berupa patung/sculpture adalah karya seni yang menandai kemajuan dan kemunduran peradaban manusia disebuah kota. Semakin tinggi peradaban manusia dan penghargaan manusia terhadap seni, semakin tinggi pula kualitas kota yang dihasilkannya. Sebaliknya semakin rendah penghargaan manusia terhadap karya seni perabot kota yang menjadi ikon kota, maka semakin rendah pula kualitas kota yang didiaminya. Sejarah peradaban manusia telah membuktikan kota-kota yang memilki perencanaan yang baik dengan perabot dan ikon kotanya seperti singapura, setiap tahun akan naik kelas menjadi kota kelas dunia yang maju dan berkembang.

Wahyullah Bandung, arsitek & penikmat kota